BSPJI Padang Jalin Kerja Sama Lintas Instansi untuk Optimalkan Layanan Sertifikasi

BUKITTINGGI (17/10/24) – Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan optimal di bidang layanan sertifikasi melalui kerja sama lintas instansi. Kerja sama ini melibatkan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sumatera Barat (BPSIP Sumbar), Kantor Layanan Teknis Badan Standardisasi Nasional (KLT BSN) Riau, dan PT Chokato Tumbuh Bersama.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Kepala BPSIP Sumbar Rustam; Kepala BSPJI Padang Dindin Syafruddin; Direktur PT Chokato Tumbuh Bersama Nicko Novendestra; sertaPerwakilan Kantor Layanan Teknis – Badan Standardisasi Nasional (KLT-BSN) Riau Andhiko Perdana.

Penandatanganan MoU ini berlangsung di Hotel Rocky, Bukittinggi, pada Kamis (17/10/2024). Acara ini juga diikuti dengan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penerap Standar SNI 3747:2013 dan Workshop Penyusunan Dokumen Lembaga Penerap. Dalam kesempatan tersebut, tenaga ahli dari BSPJI Padang berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait penerapan standar sertifikasi, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang turut serta dalam diskusi mengenai pentingnya penerapan standar nasional dalam berbagai sektor. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lembaga-lembaga yang terlibat serta mendukung peningkatan kualitas layanan di bidang sertifikasi di Sumbar.

“Saya harap dengan diadakannya kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas lembaga-lembaga yang terlibat serta mendukung peningkatan kualitas layanan di bidang sertifikasi di Sumatera Barat”

Dindin Syafruddin (Kepala BSPJI Padang

Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan sertifikasi. Selain itu juga diharapkan adanya sinergitas antarinstansi dalam penerapan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI). Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat mutu dan daya saing produk, khususnya produk cokelat, di Sumatera Barat.

(KG)